Categories
Search

Libur Sekolah Kampung Baduy ( 25 – 26 Jun 2011 )

May 30th, 2011

Ayo manfaatkan liburan sekolah tahun ini untuk kembali ke alam, melihat pedesaan yang asri, penduduk yang ramah dan bersahabat di Kampung Baduy

25 JUN ( SABTU ) : JKT – BADUY (Mkn Siang + Makan Mlm) Jam 08:00 berkumpul di Sarinah Mall Jl. Thamrin atau di tempat yang telah ditentukan. Jam 8 berangkat menuju Kampung Baduy menggunakan kendaraan wisata ber AC yang nyaman. Makan siang di kota Rangkasbitung sebelum dilanjutkan menuju desa terdekat untuk mengunjungi kampung Baduy. Trekking ke Kampung Baduy kurang lebih 1 jam berjalan kali menyusuri perkampungan Baduy, lembah, bukit, hutan lindung, ladang dan anak sungai yang jernih. Melihat-lihat kegiatan warga kampung Baduy seperti menenun kain, membuat gula Aren / Enau, atau pelihat anak-anak Baduy yang sedang bermain. Setelah makan malam dilanjutkan diskusi Budaya tentang budaya Baduy. Menginap di rumah penduduk warga Baduy.

26 JUN ( Minggu ) : WISATA KAMPUNG BADUY (Makan Pagi + Mkn Siang  ) Setalah makan pagi Wisata Kampung Baduy termasuk menyusuri perkampungam, komplek lumbung padi yang artistik, jembatan gantung, ladang, menyebrang sungai dan melihat kegiatan sehari-hari diperkampungan Baduy. Rute tour disesuaikan dengan larangan adat dan kekuatan fisik masing-masing peserta khususnya bagi yang berminat ke Kampung Cibeo Baduy Dalam. Makan siang di gubuk Tengah Ladang. Larangan memotret berlaku apabila telah memasuki wilayah Cibeo Baduy Dalam. Kembali ke desa terdekat dimana kendaraan kita menunggu. Kembali ke Jakarta. Tiba di Jakarta diperkirakan jam 20:00

Harga Paket : Rp. 525,000 / orang

( keberangkatan dengan  minimum peserta 6 orang )

Termasuk : Transportasi Wisata AC, Pemandu Wisata Khusus Baduy, Makan 4 x selamat tour, Menginap di rumah  Baduy, porter /kuli panggul ransel. Izin masuk Kampung Baduy.

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi :

JOKO LANGEN

SRIKANDI TOUR  |  Graha Arsa lt 1  |  Jl. Siaga Raya No. 31 Jakarta 12510  | Tel. : 021-79198661 Hp : 0812 9757411 , 021-93865656  |  e-mail :  joko at srikanditours.com

Paket Wisata Kampung Baduy [ 30 Apr - 1 Mei 2011 ]

September 21st, 2010

30 APR ( SABTU ) : JKT – BADUY (Mkn Siang + Makan Mlm) Jam 7:30 berkumpul di Sarinah Mall Jl. Thamrin atau di tempat yang telah ditentukan. Jam 8 berangkat menuju Kampung Baduy menggunakan kendaraan wisata ber AC yang nyaman. Makan siang di kota Rangkasbitung sebelum dilanjutkan menuju desa terdekat untuk mengunjungi kampung Baduy. Trekking ke Kampung Baduy kurang lebih 1 jam berjalan kali menyusuri perkampungan Baduy, lembah, bukit, hutan lindung, ladang dan anak sungai yang jernih. Melihat-lihat kegiatan warga kampung Baduy seperti menenun kain, membuat gula Aren / Enau, atau pelihat anak-anak Baduy yang sedang bermain. Setelah makan malam dilanjutkan diskusi Budaya tentang budaya Baduy. Menginap di rumah penduduk warga Baduy.

01 MEI ( Minggu ) : WISATA KAMPUNG BADUY (Makan Pagi + Mkn Siang  ) Setalah makan pagi Wisata Kampung Baduy termasuk menyusuri perkampungam, komplek lumbung padi yang artistik, jembatan gantung, ladang, menyebrang sungai dan melihat kegiatan sehari-hari diperkampungan Baduy. Rute tour disesuaikan dengan larangan adat dan kekuatan fisik masing-masing peserta khususnya bagi yang berminat ke Kampung Cibeo Baduy Dalam. Makan siang di gubuk Tengah Ladang. Larangan memotret berlaku apabila telah memasuki wilayah Cibeo Baduy Dalam. Kembali ke desa terdekat dimana kendaraan kita menunggu. Kembali ke Jakarta. Tiba di Jakarta diperkirakan jam 20:00

Harga Paket : Rp. 525,000 / orang

( keberangkatan dengan  minimum peserta 6 orang )

Termasuk : Transportasi Wisata AC, Pemandu Wisata Khusus Baduy, Makan 4 x selamat tour, Menginap di rumah  Baduy, porter /kuli panggul ransel. Izin masuk Kampung Baduy.

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi :

JOKO LANGEN

SRIKANDI TOUR  |  Graha Arsa lt 1  |  Jl. Siaga Raya No. 31 Jakarta 12510  | Tel. : 021-79198661 Hp : 0812 9757411 , 021-93865656  |  e-mail :  joko at srikanditours.com


Wisata Bangkok – Pattaya ( 10 – 13 Sep 2010 )

August 25th, 2010
Tempat Terbatas . . .!!!
Hanya  : USD 625 / orang
 
Dewasa : USD 625 / orang
Anak dibawah 12 tahun : USD 475 / anak ( ikut dengan  2 orang dewasa , tanpa bed )
 
10 SEP ( JUMAT ) : JAKARTA – BANGKOK ( MAKAN MALAM )
Dari Soekarno – Hatta dengan Garuda Indonesia GA 866 berangkat jam 09:40
Dijemput di airport Bangkok. Berbelanja di SIAM PARAGON.
Hotel : DYNASTY BANGKOK HOTEL (  http://www.thedynastyhotel.com/ )
 
11 SEP ( SABTU ) : BANGKOK – PATTAYA ( MKN PAGI / MKN SIANG / MKN MALAM )
Wisata ke : CHAOPRAYA RIVER, WAT ARUN , GRAND PALACE, TIGER ZOO & CROCODILE FARM
OPTIONAL TOUR : ALCASAR SHOW , atau Berbelanja di HARD ROCK PATTAYA
Hotel : TOWN IN TOWN PATTAYA ( http://townintown.com/pattaya/default.asp )
 
13 SEP ( MINGGU ) : BATTAYA – BANGKOK  ( MKN PAGI / MKN SIANG / MKN MALAM )
Wisata ke NEW FLOATING MARKET, HONEY BEE SHOP, GEMS FACTORY, PATPONG NIGHT MARKET.
OPTIONAL TOUR : SIAM NIRAMIT
 
14 SEP ( SENIN ) : JAKARTA – BANGKOK ( MKN PAGI )
Acara bebas. Diantar ke airport. Kembali ke JKT dengan GARUDA INDONESIA penerbangan GA 867 jam 14:10. Tiba di Jakarta jam 17:35
 
Pendaftaran :
Harus disertai foto copy passport Dan Deposit USD 300 / orang. Pelunasan paling lambat 3 September 2010.
 
Termasuk :
Tiket Garuda Indonesia JKT – BKK – JKT
Hotel 3 malam
Makan 8 x, Tour sesuai program dengan bus wisata Dan pemandu
 
Tidak Termasuk :
Airprot tax Jakarta Rp. 150,000, Viskal Rp. 2,500,000 bagi yg tidak bersyarat bebas fiskal Dan Tips guide / driver bus wisata di Bangkok & Thailand
 
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi :
 
JOKO,  WESTIE,  ICHA
    

Jakarta Office
GRAHA ARSA Jl. Siaga Raya No. 31 JAKARTA 12510
P : 021 – 7919 8661
F : 021 – 7919 8631
Email : jakarta@srikanditours.com
 
Balikpapan – East Kalimantan Office :
Jl. Jend. A. Yani RT 58 No. 1B Gunungsari
Balikpapan 76121
P : 0542 – 417755
F : 0542 – 417567
E-mail : balikpapan@srikanditours.com

 

Kubakar Bandung dengan Cinta

March 23rd, 2010

” Warga kota Bandung saat itu telah membuktikan cintanya terhadap kemerdekaan yang belum genap satu tahun. Sebuah peristiwa heroisme membakar kota sebagai bukti cinta kemerdekaan ”

 

Siang  ini, seorang teman tiba-tiba mengingatkan, bahwa hari ini peringatan Bantung Lautan Api ya ? Benak saya langsung kembali ke tahun 1985. Saat itu masih sekolah di SMA 13 Bandung. 25 tahun yang lalu, diizinkan orang tua ikut pertama kalinya acara Lomba Gerak Jalan Bandung Lautan Api atau yang lebih dikenal BLA.  Maklum waktu masih SMP tidak diberi izin ikut bergabung karena dianggap masih kecil. Orang tua sangat khawatir untuk seusia SMP harus mengikuti lomba Gerak Jalan Bandung Lautan Api di malam hari menempuh perjalanan kurang-lebih 50 km ke Bandung Selatan.

Masyarakat kota Bandung memang sangat mengenang peristiwa BLA dengan segala heroismenya. Tepat 64 tahun yang lalu,  warga kota Bandung dengan terpaksa harus mengungsi ke Bandung Selatan karena terdesak oleh tentara Sekutu yang didalamnya ada serdadu NICA yang ingin merebut kembali Indonesia. Hijrah atau mengungsi sampai sekarang masih dianggap sebagai pengorbanan terbesar warga se isi kota karena melibatkan hampir 200,000 orang laki-laki, perempuan, tua dan muda mengosongkan dan membakar kota Bandung khususnya sebelah selatan jalur kereta api. Strategi perang yang kurang seimbang melawan tentara Sekutu dan NICA ini menjadi salah satu cara jitu saat itu. Gedung-gedung dan  rumah penduduk dibakar pada malam hari oleh para pejuang saat para pengungsi sudah sampai di lereng-lereng pengunungan Selatan Bandung. Kota Bandung yang mereka cintai merah membara terbakar. Keputusan yang tepat untuk melumpuhkan kota tanpa banyak menelan korban jiwa, meskipun harus membakar rumah dan harta benda yang mereka miliki. Para pejuang sangat leluasa berjuang gerilya dipusat kota yang kosong setiap malam.

 

Sosok pemuda Bandung, Mohamad Toha  menjadi penyemangat pengorbanan dengan meledakan diri di gudang mesiu milik Belanda di Tegalega. Tokoh kota Bandung termasuk para pejuang, Bupati Bandung saat itu RTE Suriaputra yang menjabat 1945 – 1947, dan Abdul Haris Nasution sebagai Komandan Militer Priangan saat itu masih berpangkat Kolonel ( Jendral AH Nasution ) menjadi beberapa penggagas peristiwa heroisme.

 

Api menyala membakar kota Bandung demi harkat martabat yang harus dipertahankan. Warga kota Bandung saat itu telah membuktikan cintanya terhadap kemerdekaan yang belum genap satu tahun. Sebuah peristiwa yang penuh heoisme sebagai pembuktian cinta kemerdekaan yang sangat besar hingga dikemudian hari tercipta lagu penyemangat “ HALO-HALO BANDUNG “. Sayang sekali, catatan sejarah masih simpang siur siapakah sebenarnya pencipta lagu tersebut. Sama dengan dualisme pendapat para sejarawan, apakah Bandung dibakar tanggal 23 Maret Malam, atau 24 Maret Malam 1946 ?

Electronic Passport, Satu Gagasan

March 15th, 2010

“ Tak ada lagi nanti seseorang nantinya mengelabui dengan berubah penampilan wajah, ganti nama, operasi plastik demi menyamarkan atau menghilangkan data diri sebelumnya. Setiap penduduk berangsur-angsur di ambil data biologisnya termasuk DNA, sidik jari , retina mata dan lainnya sebagai Identitas Pokok Tunggal. “

Read the rest of this entry »

Air Asia Tergugat : Saatnya – Pelanggan Adalah Raja

February 12th, 2010

Membaca berita  di situs warta digital detik.com sore ini, rupanya keadilan di dunia pelayanan penerbangan komersial mulai menampakkan tanda-tanda. Setidaknya untuk kasus yang dialami Hastjarjo Boedi Wibowo yang menang dipengadilan Negeri Tangerang atas gugatannya terhadap kerugian yang diderita atas pembatalan sepihak dari Air Asia. Meski kasus ini bukan yang pertama kali, setidaknya hal ini harus disambut baik karena akan mengingatkan maskapai penerbangai lainnya yang tidak memperlalukan secara adil terhadap penumpangnya.

Read the rest of this entry »

LAMPUNG ; Petualangan Dimulai dari Sini ( bagian 1 )

January 10th, 2010

Pagi  itu, Kamis  16 Desember  saya, Lilis, Robert, Johan dan Yurike sudah berkumpul di bandara Soekarno-Hatta sudah berkumpul jam 6:45 untuk terbang ke Lampung dengan pesawat Batavia Air keberangkatan jam 08:00. Hanya Budiman yang tidak menampakkan batang hitungnya karena kelelahan setelah sehari sebelumnya kerja lembur di lapangan. Sebenarnya saya sendiri belum mengenal mereka sebelumnya kecuali Lilis, namun suasana segera cair setelah diperkenalkan Lilis.  Mungkin karena merasa satu tujuan kunjungan Familiarization Trip yang diadakan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung untuk memperkenalkan kekayaan wisata di sana.

 

Pesawat Batavia  Air Boeing 737-300 yang terisi penuh penumpang take off dengan mulus tenang dalam  keadaan cuaca pagi yang sangat cerah. Benar-benar menjadi 30 menit penerbangan yang menyenangkan. Lilis yang sangat perhatian pada kami semua , Johan yang selalu mengundang obrolan apa saja, sementara Robert lebih menjadi pendengar yang baik sambil senyum-senyum setiap obrolan canda saya, Lilis dan Johan. Justru Yurike juga menjadi objek tertawaan kami karena ia baru mengerti apa yang kami candakan setelah kami tertawa terbahak-bahak sekian lama. “ Lola – loading lama “ kata Lilis.

 

Tiba di bandara Branti tepat waktu, kami sudah disambut oleh teman- teman dari Suku Dinas Pariwisata Provinsi Lampung dan beberapa insan  industri pariwisata seperti mbak Tina dari Hotel Novotel Lampung yang dengan semangat memperkenalkan hotel tersebut  yang masih tahap kontruksi dan baru akan memulai soft opening bulan Maret 2010. Iapun dengan bangganya, bahwa Novotel akan menjadi salah satu hotel terbaik di Telubetung, kota Lampung. Hotel ini memang nantinya akan sangat menarik, karena selain dibangun megah tinggi, juga menempati salah satu bukit yang memiliki panorama ke teluk Lampung yang menawan. Teman seperjalanan kami ternyata masih banyak yang tidak kami sadari teerbang satu pesawat antara lain dari TV swasta, majalah pariwisata, fotographer dan dari national Geografic  yang membawa crew dan kendaraan  4×4 WD Land Rover yang sangat cocok untuk menembus medan sesulit apapun, lengkap dengan segala perlengkapan kamera dan perlengkapan tenda.

 

Yaman aziz, tour guide Fam Trip yang suka mengenakan busana batik ini, mengatakan, Kota Bandar Lampung  yang merupakan ibu kota provisi berpenduduk sekitar 800,000 penduduk menempati seluas 118 km persegi. Lanscape kota itu sendiri terdiri dari daratan pantai dan perbukitan mulai dari Tanjung Karang, Teluk Betung, Panjang  dan sekarang memanjang ke kawasan baru bernama Kedaton.

 

 Keluar kota Bandar Lampung baru mulai terasa satu petualangan yang berbeda. Jalan yang tidak terlalu lebar menyusuri bukit-bukit dengan panorama perkampungan, perkebunan cacao, ladang pertanian, sawah, tambak udang  dan laut teluk Lampung yang biru nun jauh disana.  Jalan yang menurun tak terasa menghantarkan bus wisata yang kami naiki bersama mengantarkan ke bibir pantai Klara yang berpasir putih dan riak ombak laut yang tenang. Terasa rayuan kilau cahaya yang menerpa air laut merayu kami untuk bermanja-manja dan berenang disini. Sayang sekali, rehat kali ini hanya untuk menikmati makan siang nasi Padang yang disediakan panitia dalam kotak kardus

 

Semakin lama, memang keadaan jalan tidak semulus seperti sebelumnya. Sangat disayangkan, satu garis kawasan pantai yang landai dan panjang masih belum terekploitasi dengan maksimum. Ratusan pohon kelapa berjajar indah sepanjang pantai memberikan kesejukan tersendiri. Inilah salah satu alasan kenapa pantai ini diberi nama pantan “ Klara” yang diambil dari singkatan “ Kelapa rapat “ atau pohon kelapa yang tumbuh sepanjang pantai begitu banyak bahkan   masing-masing ujung daun kelapa saling

bersentuhan dengan daun kelapa lainnya memayungi bantaran pantai. Di pantai ini lah saya sempat berkenalan dengan Pak Dar, salah satu tour operator local yang memperkenalkan salah satu wisata pulau Pahawang yang berada persis di hadapan pantai Klara. Menurut pak Dar yang ramah dan santun itu hanya baru dapat menginformasikan bahwa pulau yang samar-samar di hadapan pantai Klara sangat menyimpan banyak pesona. Untuk pecinta snorkeling dan diving, disini banyak terumbu karang yang indah dan tidak terlalu dalam dan terlindung dari arus air karena berada di selat antara pulau Pahawang dan daratan utama Sumatra. Untuk pecinta wisata ekologi, disini masih terselamatkan hutan bakau yang sangat luas yang menjadi sarang berbagai jenis burung pantai bercengkrama. Meskipun belum banyak wisatawan yang mengunjungi pulau Pahawang, tapi disana setidaknya sudah tersedia 5 bungalow yang siap menampung wisatawan sampai 30 sampai 40 orang sekaligus. Bahkan, bila jumlahnya lebih banyak, penduduk dipulau ini yang hamper sebagian sebagai nelayan siap menampung wisatawan sebagai tamu keluarga. Sebuah pengalaman tersendiri berwisata tinggal di rumah nelayan. ( bersambung )

Website baru :DUKUNG PARIWISATA

December 31st, 2009
Senin, 28 Desember 2009 Departemen Kebudayaan dan Pariwisata baru saja mensosialisasikan website baru www.dukungpariwisata.com .  Walau dalam suasana liburan Natal dan tahun baru dan hujan gerimis sepanjang siang hingga sore hari,  ternyata peserta yang datang bisa dikatakan sangat memenuhi target yang diharapkan. Hal ini dilihat dari hampir semua kursi terisi penuh oleh undangan yang kebanyakan berasal dari kalangan Biro Perjalanan Wisata.   Peluncuran website ini memang mengandung rasa penasaran yang sangat besar para undangan yang hadir apakah yang akan diperkenalkan pada mereka mengenai website tersebut di atas. Apakah gerangan yang akan diperkenalkan kepada kalangan penggiat usaha di bidang kepariwisataan.
 
Dari paparan pemrakarsa Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, akhirnya semua menangkap sinyalemen bahwa pemerintah sudah menyediakan subuat wadah virtual untuk memasarkan kepariwisaan di tanah air. Banyak sisi positif yang dapat diambil, contohnya adalah setiap informasi selalu termutakhirkan dengan data yang valid karena semua data diisi oleh pihak-pihak penggiat usaha kepariwisataan. Didalamnya terdapat halaman-halaman setiap sektor usaha untuk dapat mengisi data perusahaan dan jenis jasa yang ditawarkan mulai dari travel agent, hotel, villa, restaurant dan segaal aspek pendukung kepariwisataan.
 
Penampilan dari situs ini dapat dibilang masih sangat sederhana untuk sebuah situs yang diluncurkan pemerintah yang membawa nama Indonesia. Dari kesederhanaan ini pula timbul setidaknya dua pertanyaan mengenai pertama desain masih tumpang tindih halaman dalam redaksional antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggeris. Masih minimnya halaman sehingga satu halaman travel list harus menampung sekaligus seluruh data travel agent dari seluruh Indonesia tanpa dikelompokan per wilayah atau per kota. Bayangkan apabila situs ini diisi oleh 2000 travel agent dari berbagai kota di Indonesia, akan sangat sulit mencari salah satu agent di satu kota tertentu. Artinya, masih harus dibagi menjadi beberapa sub halaman disesuaikan kota / wilayah yang ada di Indonesia. Pertranyaan kedua dari Ketua Umum ASPPI ( Asosiasi Profesional Pariwisata Indonesia ) Riyan Bahriyansyah adalah terlalu bebasnya semua pihak menginput data. Artinya, sangat dimungkinkan pihak-pihak yang tidak berkompeten seperti travel agent liat tak berizin, broker, calo dan lain-lain mengisi data dan menjual produk wisata di situs milik pemerintah. Apabila terjadi, tujuan mulia membentuk situs ini akan sia-sia apabila suatu saat ada wisatawan yang dikecewakan karena mencari informasi pariwisata di situs ini.
Satu temuan secara tidak sengaja dari fitur ini adalah beberapa pilihan fitur produck travel agent , disana diberikan pilihan produk yang ditawarkan seperti : INBOUND , OUTBOUND, TIKET, HOTEL VOUCHER, TRANSPORT . Yang menjadi sedikit kejanggalan disini adalah kenapa situs yang dibuat oleh pemerintah dengan tujuan mengembangkan pariwisata dalam negeri, tetapi masih memberi pilihan isian product OUTBOUND dalam menunya. Artinya, disini masih terdapat celah menggiring wisatawan Nusantara ( Domestik ) berlibur ke luar negeri. Ada baiknya segala yang berbau OUTBOUND TOUR tidak diberikan tempat di situs ini karena tujuannya sudah jelas, Mendukung Pariwisata Indonesia.

Di Pojok Bandara

September 17th, 2009
Tak akan aku penat,
Kau ku tunggu
Tak kusangka kau delay hai burung besi pembawa  “tetamu”ku
 
Tak akan kurasa lama,
ku menanti ketidakpastian jumpa wahai “tamu”ku
Bergelas-gelas pastik kopi emperan parkir bandara
Berbatang-batang rokok kretek asongan inang-inang
 
Aku tetap menunggu,
Walau nyamuk brnyanyi riang menghibur telingaku ku
Walau deras hujan berkilat petir membasahi batik kebanggaanku
Walau lumpur hingga mengering dan debu menempel di kilauan sepatuku
 
Namun kau akan kusambut dengan seyum termanisku yang tersisa
 
istriku – abang pulang malam
Soekarno – Hatta Airport
4 September 2009
 

Menunggu jadi tak Terasa Lama di Soekarno-Hatta

August 2nd, 2009

Semua mungkin sependapat, kadang menunggu sangatlah menjemukan. Bagaimana tidak hari Minggu, Jam 9 pagi sudah harus ada di Bandara Soekarno-Hatta JKT karena ada kedatangan tamu dengan Singapore Airlines SQ 956 tiba jam 09:40, baru saja selesai check in di Jakarta Airport Hotel dan baru sedikit bernafas, ternyata harus menjemput dgn Thai Airways TG 433 kedatangan jam 11:35. Beres check in, masih ada lagi menunggu kedatangan emirat EK 356 kedatangan jam 15:55.  Seneng sih masih ada wisatawan asing yg mau datang ke Indonesia meskipun pasca bom di JW Marriot / Ritz Carlton buat mereka bukan hal yang menakutkan. Bahkan masih mau menyusuri pelosok  Indonesia mulai dari penangkaran Orang Utandi  Tanjungputing, Melihat pedalaman suku Dayak di sungai Mahakam, diving di  pulau Derawan kalimantan Timur, berlanjut ke Toraja, Lembah Baliem, Pulau Komodo dan berakhir di Bali selama 27 hari. Sebuah perjalanan yg sangat banyak didambakan para petualang dari daratan eropa dan Amerika sana.

bersyukur kesempatan penunggu yg cukup lama sekitar 3 jam di bandara mendapatkan sedikit penghibur. dari sekedar nyasar cari resaurant tempat rehat dan minun dan bisa browsing atau chat dan liat-liat e-mail maka sudah dipersiapkan dari rumah seperangkat laptop, charter lengkap dengan modemnya.

Selesai pesan minum teh panas dan Kentang Goreng senilai Rp. 16,500 di TOREORE CHECKEN & JOY Terminal 2F, dikeluarkanlah senjata dalam ransel gendong sambil minta izin menggunakan listrik biar battery tidak drop. Waiter yang ramah dengan senyum yang manis terkulum dengan senang hati menunjukkan bahkan membantu mengulur kabel battery. Wah, baru kali ini saya dilayani seperti Raja di sebuah restaurant cepat saji. Sebuah nilai lebih dari sekedar menyajikan ganjal perut dan membasuh tenggorokan yang kering. Begitu laptop dinyalakan, dan modem internet pun di pasang, sang waiter menyapa sambil terheran ” Kok masih pake modem sendiri pak, kan disini udah FREE WiFi dan bapak bisa internetan sepuasnya” kata sang waiter yang ramah dan manis itu. ” Speed nya lumayan kok pakrata-rata  54 Kbps ” tambahnya lagi. ” lho, sering internetan ya ? ” tanya saya. ” Iya pak, saya sering bantuin setting passworld sampai betul-betul bisa tersambung, jadi saya tahu speed nya, soalnya beberapa tamu kadang minta tolong dikoneksikan ” dengan nada yakin membantu memasukan password yang katanya setiap hari diganti oleh manager agar tidak dimanpaatkan oleh orang-orang yang bukan tamu disisni.

Internet pun tersambung, sang waiter pamitan mau mengantarkan makanan yang sudah saya pesan. Wah, nilai tambah lagi buat seorang pelanggan. Makanan diantarkan sampai ke meja dan saya bisa asik membuka e-mail yang masuk.

Saya baru menyadari, ternyata di airport sekelas internasional yang sibuk di Jakarta ini pihak pengelolanya belum bisa menyediakan fasilitas internet gratis buat para penumpang yang datang maupun berangkat. Sungguh seribu langkah tertinggal oleh bandara internasional di negeri tetangga seperti Changi, Kualalumpur dan Hongkong yang dengan mudahnya menemukan fasilitas internet cuma-cuma. Pikir-pikir, seberapa mahalnya sih jaringan wireless untuk internet gatis. Padahal, setiap penumpang yang berangkat dikenakan Rp. 150,000 per orang untuk penerbangan internasional dan Rp. 40,000 per orang untuk keberangkatan dalam negeri. Ribuan orang berangkat dari bandara Sukarno-hatta. Terbayang begitu besar pemasukan bandara ini mulai dari setiap centi meter yang di komersilkan seperti gerai makanan, taxi, parkir pesawat, parkir mobil, dan masih banyak pendapatan PT. Angkasa Pura ( Persero ) ini. Tetapi kok fasilitas semurah ini masih belum bisa diakses secara cuma-cuma dari pihak pengelola bandara ? Bila dibandingkan dengan TOREORE yang hanya menempati sejengkal bandara yang pengunjungnya tidak memenuhi sekitar 100 kursi saja bisa.

Sungguhkah kalau pengelola bandara ini tidak menyadari akan hakikinya sebuah pelayanan ? atau memang para pimpinannya tidak melek teknologi. ah, mungkin tidak peduli meskipun mereka sering bolak-balik singgah di Changi dan nyata-nyata fasilitas Free WiFi sekarang ini sama pentingnya  dengan menyediakan toilet yang selalu bersih dan wangi.

Ya sudah lah, beruntung ada TOREORE yang menyadari bahwa bisnis dibandara memang harus cerdas menangkap apa yang diinginkan para pengunjungnya. lain kali sya jadi merasa yakin, bila ke airport tidak akan repot-repot mencari warnet untuk membuka e-mail. Cukup membeli secangkir teh hangat senilai Rp. 6,500 sudah bisa berinternet sepuasnya.