Long weekend nge-jomblo ? Pantangan buat orang Jakarta dan sekitarnya. Walau kegiatan kerja sehari-hari sudah melelahkan dari Senin sampai Jumat bahkan Sabtu, tapi untuk urusan long weekend rasanya sayang terlewatkan. Terasa begitu mahal libur long weekend disia-siakan. Musim hujan tahun ini toh belum memasuki puncak curah hujan tertinggi yang biasanya jatuh pada bulan Februari . Sudah beberapa tahun memeng sebagian wilayah Jakarta terginang banjir selalu jatuh pada bulan Februari.
So, where we are going ?
Bandung ? emang asik sih shopping dan belanja. Tapi rasanya barusanya ke Bandung menghabiskan pergantian tahun 2008 – 2009. Belum lagi sebulan.
Puncak ? Asik juga kalo sore masih datang kabut, paginya hangat dan cocok untuk bermalas-malasan di villa yang bisa disewa. Tapi kok long weekend Puncak bakal overload. Terbayang kalau salah perhitungan jam berangkat naik ke Puncak bisa bete abis nungguin jalan system one way buka tutup arus naik dan arus bawah. Mungkin cocoknya menghindari long weekend agar terhindar dari macet dan tidak banyak pilihan villa-villa yang bisa di sewa.
Go Sport, Banten Love U
Akhirnya ke arah barat Jakarta ternyata tempat pilihan yang tidak salah. Arah Banten yang tidak macet, banyak pilihan dari yang Fun, Sport, relax bahkan petualangan sekalipun.
What kind of destination Banten is ?
MARINE SPORT LOVE U : Hamparan pantai yang bersih sepanjang Anyer dan Carita gak kurang menawarkan hotel murah bahkan sampai resort sekelas bintang lima. Relax and sport ternyata asik di sini, dari mulai sekedar kecibang-kecingung di bibir pantai sampai main Jet Sky membelah riak air laut yang segar. Membuat istana pasir sampai bermain games juga asik.
CULTURE & TREKKING LOVE U : Ini salah satu tempat pavorit saya. Hiden place where no one can find me. Ya, Perkampungan Baduy. Tinggal dan menginap di sini serasa hidup di jaman kedamaian masa kejayaan kerajaan Pajajaran. Hidup di tengah-tengah masyarakat pedesaan yang masih menjunjung tinggi akan kesederhanaan. Menilai sejatinya manusia dari budi luhur dan ketulusan hati. Bukan dari kepinterannya apalagi dari meterinya. Jangan tanya di sana ada apa ? karena memang hampir semua yang ada di Jakarta tidak ada. Tidak ada kendaraan bermotor, pilihan satu-satunya masuk Baduy adalah jalan kaki jalan kaki menusuri bukit, lembah, pancuran air jernih langsung dari perbukitan, hamparan padi ladang, riak sungai jernih menerjang bebatuan dan sesekali cicit burung dan burung Elang melayang mencari mangsa di atas perbukitan. Listirk dan Radio saja ditak ada apalagi televisi. Keheningan adalah hal yang sangat mahal harganya di Jakarta. Suasana damai alam yang asri sudah mustahil di dapat di Ibukota. Hanya ada di Baduy kita bisa melihat gadis-gadis dan wanita menenun kain, lalaki pergi ke Ladang dan anak-anak bercanda riang setiap hari dipekrangan rumah karena belajar yang terbaik adalah dari orang tua dan lingkungan. Bukan dari sekolah. Sebuah jaminan, tak satupun orang Baduy pergi ke sekolah. Makanya satu-satunya kampung di Indonesia bahkan mungkin satu-satunya di dunia yang tidak mengidamkan adanya pendidikan modern dan bangunan sekolah. Filsafat “ teu kudu pinter asal bener” atau tidak harus pandai tapi benar yang artinya benar dalam bersikap, komitmen, tidak bohong, tidak curang dan menghindari rasa dengki/jahat. Pengalaman menjadi guru buat mereka. Terbukti ternyata hanya orang pinter yang membohongi dan pemperdaya orang Bodoh karena menurut orang Baduy, ternyata kepinteran adalah amanah yang sangat berat di sandang karena bisa membodohi orang tidak pintar.

Arsad help Ita ( private collection )
Apa lagi yang tidak ada ? Ya listrik. Malam hari yang senyap, damai hanya cahaya bintang dan bulan. Dihiasi kerlap kerlip cahaya kunang-kunang menghiasi sekeliling kampung bagai cahaya lampu hias di tangah kota. Damai makin terasa karena dijamin tak ada lagi gangguan telepon dari kolega atau boss Anda. Totally BLANK SPOT in Baduy. Perkampungan terpencil antara lembah-lembah membuat sinyal cellular tidak bisa tembus. Tapi memang orang Baduy tidak sama-sekali memerkukannya.
ADVENTURE LOVE U : Siapa yang suka tantangan, mangrungi laut sekitar ujung pulau Jawa menyambangi Anak Krakatau yang melegenda dengan letusannya pada Agustus 1883 ? Hampir 40,000 korban jiwa adalah merukapan rekor dunia untuk jamannya yang pada saat itu penduduk pulau Jawa bagian Barat dan Lampung tidak sebanyak sekarang. Rekor suara terkeras terhitung sejak ada peradaban manusia. Cakupannya suara dan debunya sampai jauh ke Australia. Nyaris satu generasi di kawasan sekitar hilang karena dampak letusan itu.
Kono Krakatau begitu mempesona meninggalkan kepulan asap di kawahnya yang masih aktif, dikelilingi pulau kecil berpasir putih dengan ombak yang tanang. Snorkling di antara terumbu karang yang terjaga keasriannya.
Taman Nasional Ujung Kulon ? Anda akan menemukan sorga di sana ! Perjalanan laut selama 4 jam melewati riak tenang dan gelombang tinggi di Tanjung Alang-Alang menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Satu perjalanan menuju surga baru di Pulau Peucang yang di huni oleh rusa, burung merek, dan kadang menemkan Biawak. Pulau yang tidak terlalu luas ternyata memiliki hutan tropis yang sangat lebat dengan pohon-pohon besar yang masih terjadi. Dikelilingi pantai berpasir putih lembut.
Petualangan lainnya ? Banyak orang terkesan mendayung perahu dipagi buta menysur sungai Cigenter. Dikesenyapan pagi, riak hanya sesekali terdengar bunyi air terkena dorongan dayung. Mengamati burung-burung penghuni taman nasional, melihat ular piton yang melingkar di dahan pohon yang menjuntai ke sungai, atau mendengar begitu jelas mendengar kepak sayap burung yang tiba-tiba terbang karena kaget akan kehadiran kita. Padang rumput Cidaun memberikan cirri khas lain sebuah taman nasional. Disinilah masih tersisa Banteng Jawa yang banyak dipakai sebagai symbol kekuatan. Kemudian menyusuri hutan tropis menuju mercusuar menjadi daya tarik tersendiri karena bisa melihat sebagian taman nasional dari puncak mercusuar.
Selamat liburan ke Banten, karena “BANTEN LOVE U “