Archive for the ‘Makan dan Jajan’ Category

Gangan Ikan Belitung

Monday, November 24th, 2008

Perjalanan ke Belitung yang pertama kali bulan Agustus 2008 membuat saya dan peserta Famtrip ( Familiarizatoin Trip ) dapat mengenal banyak sekali hal-hal menarik yang selama ini terabaikan. Setelah menyebrang selat Gaspar , perjalanan dengan kapal cepat dari Bangka ke Belitung selama 4 jam akhirnya sampai juga di pelabuhan Tanjung Pandan, kota terbesar di  pulau Belitung.

 

Perkenalan pertama kali menginjakkan kaki di Belitung adalah  makan sayur Gangan Ikan. Inilah kesan pertama yang susah dilupakan. Sehingga mindset saya sudah terpola, bahwa belum ke Belitung kalau belum makan sayur Gangan Ikan. Setidaknya buat para pecinta masakan Nusantara, Gangan Ikan memang menawarkan sensasi rasa yang berbeda olahan lainnya di Nusantara. Jenis makanan seperti ini bahkan sulit ditemukan padanannya baik di daerah penghasil ikan laut yang melimpah sekalipun seperti Maluku, Sulawesi Selatan, Biak dan daerah kepulauan.

 

Gangan adalah salah satu cirri khas masakan rumahan sehari-hari penduduk Belitung.

Namun, diduga kuat terciptanya Gangan Ikan yang sedap seperti sekarang juga dipengaruhi oleh penduduk keturunan asal China yang jumlahnya hamper 20 persen. Bahkan ada yang berpendapat ada kehadiran dan pengaruh suku Bugis dalam olahan Gangan.

 

Dari penampilannya, awalnya kami menyambut biasa-biasa saja. Hanya Semangkuk besar sayur berkuah kuning, sedikit menonjol potongan daging ikan laut yang kadang durinya menyeruak keluar kontur daging. Aroma ikan dan rempah kunyit yang menguap dari asap begitu terasa mengundang menyusuri rongga hidung hingga menembus saraf lidah. Satu sendok pertama saya rasakan sangat memberikan sensasi unik di lidah. Rasa Pedas ciri khas makanan Melayu, Amis ikan segar mencirikan masakan pesisir, Asam dari buah Nanas yang mengingatkan saya makan masakan Tom Yam. Unik nya lagi, aroma segar kunyit melengkapi penggugak selera sebagai pengganti sup.

 

Sebuah pusaka kuliner warisan  leluhur milik orang Belitung ini seharusnya bisa mendunia sekalas Tom Yam. Bahkan bila dikreasikan dan diperkenalkan ke dunia luar, mungkin bisa disejajarkan sup hisit atau disejajarkan makanan pembuka berkelas bertengger di urutan menu paling atas restaurant-restaurant ternama di kota-kota besar di Indonesia yang kaya akan hasil laut.

 

Sayang sekali, sampai sekarang, begitu sulit menemukan restaurant yang menyajikan Gangan diluar Belitung. Mengapa hanya Sayur Asam, Sup Kimlo dan Soto yang berani bertengger di jajaran daftar menu restaurant di kota-kota besar. Padahal Gangan tidak kalah mencirikan rasa khas yang penuh sensasi bagi penikmat ragam makanan di Nusantara.