Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Kubakar Bandung dengan Cinta

Tuesday, March 23rd, 2010

” Warga kota Bandung saat itu telah membuktikan cintanya terhadap kemerdekaan yang belum genap satu tahun. Sebuah peristiwa heroisme membakar kota sebagai bukti cinta kemerdekaan ”

 

Siang  ini, seorang teman tiba-tiba mengingatkan, bahwa hari ini peringatan Bantung Lautan Api ya ? Benak saya langsung kembali ke tahun 1985. Saat itu masih sekolah di SMA 13 Bandung. 25 tahun yang lalu, diizinkan orang tua ikut pertama kalinya acara Lomba Gerak Jalan Bandung Lautan Api atau yang lebih dikenal BLA.  Maklum waktu masih SMP tidak diberi izin ikut bergabung karena dianggap masih kecil. Orang tua sangat khawatir untuk seusia SMP harus mengikuti lomba Gerak Jalan Bandung Lautan Api di malam hari menempuh perjalanan kurang-lebih 50 km ke Bandung Selatan.

Masyarakat kota Bandung memang sangat mengenang peristiwa BLA dengan segala heroismenya. Tepat 64 tahun yang lalu,  warga kota Bandung dengan terpaksa harus mengungsi ke Bandung Selatan karena terdesak oleh tentara Sekutu yang didalamnya ada serdadu NICA yang ingin merebut kembali Indonesia. Hijrah atau mengungsi sampai sekarang masih dianggap sebagai pengorbanan terbesar warga se isi kota karena melibatkan hampir 200,000 orang laki-laki, perempuan, tua dan muda mengosongkan dan membakar kota Bandung khususnya sebelah selatan jalur kereta api. Strategi perang yang kurang seimbang melawan tentara Sekutu dan NICA ini menjadi salah satu cara jitu saat itu. Gedung-gedung dan  rumah penduduk dibakar pada malam hari oleh para pejuang saat para pengungsi sudah sampai di lereng-lereng pengunungan Selatan Bandung. Kota Bandung yang mereka cintai merah membara terbakar. Keputusan yang tepat untuk melumpuhkan kota tanpa banyak menelan korban jiwa, meskipun harus membakar rumah dan harta benda yang mereka miliki. Para pejuang sangat leluasa berjuang gerilya dipusat kota yang kosong setiap malam.

 

Sosok pemuda Bandung, Mohamad Toha  menjadi penyemangat pengorbanan dengan meledakan diri di gudang mesiu milik Belanda di Tegalega. Tokoh kota Bandung termasuk para pejuang, Bupati Bandung saat itu RTE Suriaputra yang menjabat 1945 – 1947, dan Abdul Haris Nasution sebagai Komandan Militer Priangan saat itu masih berpangkat Kolonel ( Jendral AH Nasution ) menjadi beberapa penggagas peristiwa heroisme.

 

Api menyala membakar kota Bandung demi harkat martabat yang harus dipertahankan. Warga kota Bandung saat itu telah membuktikan cintanya terhadap kemerdekaan yang belum genap satu tahun. Sebuah peristiwa yang penuh heoisme sebagai pembuktian cinta kemerdekaan yang sangat besar hingga dikemudian hari tercipta lagu penyemangat “ HALO-HALO BANDUNG “. Sayang sekali, catatan sejarah masih simpang siur siapakah sebenarnya pencipta lagu tersebut. Sama dengan dualisme pendapat para sejarawan, apakah Bandung dibakar tanggal 23 Maret Malam, atau 24 Maret Malam 1946 ?

Electronic Passport, Satu Gagasan

Monday, March 15th, 2010

“ Tak ada lagi nanti seseorang nantinya mengelabui dengan berubah penampilan wajah, ganti nama, operasi plastik demi menyamarkan atau menghilangkan data diri sebelumnya. Setiap penduduk berangsur-angsur di ambil data biologisnya termasuk DNA, sidik jari , retina mata dan lainnya sebagai Identitas Pokok Tunggal. “

(more…)

Website baru :DUKUNG PARIWISATA

Thursday, December 31st, 2009
Senin, 28 Desember 2009 Departemen Kebudayaan dan Pariwisata baru saja mensosialisasikan website baru www.dukungpariwisata.com .  Walau dalam suasana liburan Natal dan tahun baru dan hujan gerimis sepanjang siang hingga sore hari,  ternyata peserta yang datang bisa dikatakan sangat memenuhi target yang diharapkan. Hal ini dilihat dari hampir semua kursi terisi penuh oleh undangan yang kebanyakan berasal dari kalangan Biro Perjalanan Wisata.   Peluncuran website ini memang mengandung rasa penasaran yang sangat besar para undangan yang hadir apakah yang akan diperkenalkan pada mereka mengenai website tersebut di atas. Apakah gerangan yang akan diperkenalkan kepada kalangan penggiat usaha di bidang kepariwisataan.
 
Dari paparan pemrakarsa Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, akhirnya semua menangkap sinyalemen bahwa pemerintah sudah menyediakan subuat wadah virtual untuk memasarkan kepariwisaan di tanah air. Banyak sisi positif yang dapat diambil, contohnya adalah setiap informasi selalu termutakhirkan dengan data yang valid karena semua data diisi oleh pihak-pihak penggiat usaha kepariwisataan. Didalamnya terdapat halaman-halaman setiap sektor usaha untuk dapat mengisi data perusahaan dan jenis jasa yang ditawarkan mulai dari travel agent, hotel, villa, restaurant dan segaal aspek pendukung kepariwisataan.
 
Penampilan dari situs ini dapat dibilang masih sangat sederhana untuk sebuah situs yang diluncurkan pemerintah yang membawa nama Indonesia. Dari kesederhanaan ini pula timbul setidaknya dua pertanyaan mengenai pertama desain masih tumpang tindih halaman dalam redaksional antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggeris. Masih minimnya halaman sehingga satu halaman travel list harus menampung sekaligus seluruh data travel agent dari seluruh Indonesia tanpa dikelompokan per wilayah atau per kota. Bayangkan apabila situs ini diisi oleh 2000 travel agent dari berbagai kota di Indonesia, akan sangat sulit mencari salah satu agent di satu kota tertentu. Artinya, masih harus dibagi menjadi beberapa sub halaman disesuaikan kota / wilayah yang ada di Indonesia. Pertranyaan kedua dari Ketua Umum ASPPI ( Asosiasi Profesional Pariwisata Indonesia ) Riyan Bahriyansyah adalah terlalu bebasnya semua pihak menginput data. Artinya, sangat dimungkinkan pihak-pihak yang tidak berkompeten seperti travel agent liat tak berizin, broker, calo dan lain-lain mengisi data dan menjual produk wisata di situs milik pemerintah. Apabila terjadi, tujuan mulia membentuk situs ini akan sia-sia apabila suatu saat ada wisatawan yang dikecewakan karena mencari informasi pariwisata di situs ini.
Satu temuan secara tidak sengaja dari fitur ini adalah beberapa pilihan fitur produck travel agent , disana diberikan pilihan produk yang ditawarkan seperti : INBOUND , OUTBOUND, TIKET, HOTEL VOUCHER, TRANSPORT . Yang menjadi sedikit kejanggalan disini adalah kenapa situs yang dibuat oleh pemerintah dengan tujuan mengembangkan pariwisata dalam negeri, tetapi masih memberi pilihan isian product OUTBOUND dalam menunya. Artinya, disini masih terdapat celah menggiring wisatawan Nusantara ( Domestik ) berlibur ke luar negeri. Ada baiknya segala yang berbau OUTBOUND TOUR tidak diberikan tempat di situs ini karena tujuannya sudah jelas, Mendukung Pariwisata Indonesia.

Di Pojok Bandara

Thursday, September 17th, 2009
Tak akan aku penat,
Kau ku tunggu
Tak kusangka kau delay hai burung besi pembawa  “tetamu”ku
 
Tak akan kurasa lama,
ku menanti ketidakpastian jumpa wahai “tamu”ku
Bergelas-gelas pastik kopi emperan parkir bandara
Berbatang-batang rokok kretek asongan inang-inang
 
Aku tetap menunggu,
Walau nyamuk brnyanyi riang menghibur telingaku ku
Walau deras hujan berkilat petir membasahi batik kebanggaanku
Walau lumpur hingga mengering dan debu menempel di kilauan sepatuku
 
Namun kau akan kusambut dengan seyum termanisku yang tersisa
 
istriku - abang pulang malam
Soekarno - Hatta Airport
4 September 2009