Di Pojok Bandara
Thursday, September 17th, 2009Tak akan aku penat,
Kau ku tunggu
Tak kusangka kau delay hai burung besi pembawa “tetamu”ku
Tak akan kurasa lama,
ku menanti ketidakpastian jumpa wahai “tamu”ku
Bergelas-gelas pastik kopi emperan parkir bandara
Berbatang-batang rokok kretek asongan inang-inang
Aku tetap menunggu,
Walau nyamuk brnyanyi riang menghibur telingaku ku
Walau deras hujan berkilat petir membasahi batik kebanggaanku
Walau lumpur hingga mengering dan debu menempel di kilauan sepatuku
Namun kau akan kusambut dengan seyum termanisku yang tersisa
istriku - abang pulang malam
Soekarno - Hatta Airport
4 September 2009