Posts Tagged ‘dayak’

Dayak Setulang ; Penghuni Sorga yang Tersembunyi ( 2/2 habis )

Thursday, May 28th, 2009

Ardi )

Setulang, damai di antara kesunyian. Sayang hanya sedikit sekali yang mengetahuinya ( foto : Ardi )

 

 

Hari ke tiga dan ke empat : Setulang – Tane Olen

Memasuki hutan seluas 5.300 ha, hati akan langsung terpesona saat naik perahu ketinting menelusuri sungai Setulang. Mata akan disuguhi panorama untaian zamrud katulistiwa di kanan kiri sungai beserta kehidupan masyarakatnya. Air sungai yang jernih, udara yang segar menyejukkan hati, batu kecil dan besar yang kadang membentuk giram kecil ditengah atau ditepi sungai Setulang. Pemandangan ini disuguhkan selama sekitar satu jam serasa melewati taman surgawi. Damai, tenang, asri, sunyi. Bahkan suara kepak sayap burung kecil pun begitu terdengar halus menyapa telinga kita.  Jalan surga di akhiri di hingga laga tana olen (pondok istirahat) telah menanti untuk sejenak menikmati kepul teh atau kopi dan kudapan. Perjalanan dapat di mulai dengan mengayunkan kaki menyelusuri jalan setapak / track menuju pohon cifor, pohon berjenis meranti (Shorea sp.) yang ditemukan oleh peneliti CIFOR sebagai titik pengamatan dalam penelitian mereka. Lebih melangkah lagi, hornbill view akan dicapai. Ini adalah point dimana burung enggang sering muncul. Kaze bezu, pohon besar dengan hampir 927 cm besaran kelilingnya dapat dijumpai di kawasan ini. Puncak Mangkok, puncak tertinggi di kawasan ini memberikan pemandangan bentangan alam hutan tropis  bak permadani hijau. Maha Besar Ya Allah. Kau ciptakan keindahan yang membuat kami takjub dan tak dapat mengucapkan satu katapun.

 

Menyusuri setapak kembali ke bush camp melewati Tenapan. Tenapan adalah air terjun kecil. Air terjun yang mengalir ke bawah ditampung di sebuah kolam renang alami, membuat penat hilang saat tubuh menyatu dengan segar airnya. Puas melepas dahaga di kesegaran kolam renang alami, menyusuri sungai menuju laga tana olen pun mendapat suguhan hutan hujan tropis. Suara binatang yang bercengkrama menandakan kegembiraan hidup mereka di hutan yang terjaga baik. Selain burung Enggang (Hornbill) dapat pula dijumpai burung Raja Udang (King Fisher) bermain di atas air sungai dan mencari makan kemudian sesekali hingga di batang pohon. Inikah Taman Sorga ? Beberapa satwa malam juga tak jarang mendatangi laga / bush camp ini untuk sekedar mencari sisa-sisa makanan atau berjalan saja.Hangatnya api unggun kecil menambah hangat suasana hutan tropis bersama dengan secangkir kopi atau teh penggugah selera. Guide yang mendampingi dapat pula menyediakan berbagai masakan tradisional yang diolah dari alam, seperti ikan sungai yang dimasak dengan bambu dan bumbu daun.

 

Day 5 : Setulang – Malinau – Tarakan – Balikpapan

Meninggalkan desa Setulang dengan Tane Olen nya dengan membawa beragam cerita dan pengalaman ditambah beberapa cenderamata menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Sayangsekali, suasana kedamaian hati di Setulang sungguh tidak dapat dibidik dengan kamera kecuali datang langsung dan menikmatinya.