Posts Tagged ‘soekarno-hatta’

Menunggu jadi tak Terasa Lama di Soekarno-Hatta

Sunday, August 2nd, 2009

Semua mungkin sependapat, kadang menunggu sangatlah menjemukan. Bagaimana tidak hari Minggu, Jam 9 pagi sudah harus ada di Bandara Soekarno-Hatta JKT karena ada kedatangan tamu dengan Singapore Airlines SQ 956 tiba jam 09:40, baru saja selesai check in di Jakarta Airport Hotel dan baru sedikit bernafas, ternyata harus menjemput dgn Thai Airways TG 433 kedatangan jam 11:35. Beres check in, masih ada lagi menunggu kedatangan emirat EK 356 kedatangan jam 15:55.  Seneng sih masih ada wisatawan asing yg mau datang ke Indonesia meskipun pasca bom di JW Marriot / Ritz Carlton buat mereka bukan hal yang menakutkan. Bahkan masih mau menyusuri pelosok  Indonesia mulai dari penangkaran Orang Utandi  Tanjungputing, Melihat pedalaman suku Dayak di sungai Mahakam, diving di  pulau Derawan kalimantan Timur, berlanjut ke Toraja, Lembah Baliem, Pulau Komodo dan berakhir di Bali selama 27 hari. Sebuah perjalanan yg sangat banyak didambakan para petualang dari daratan eropa dan Amerika sana.

bersyukur kesempatan penunggu yg cukup lama sekitar 3 jam di bandara mendapatkan sedikit penghibur. dari sekedar nyasar cari resaurant tempat rehat dan minun dan bisa browsing atau chat dan liat-liat e-mail maka sudah dipersiapkan dari rumah seperangkat laptop, charter lengkap dengan modemnya.

Selesai pesan minum teh panas dan Kentang Goreng senilai Rp. 16,500 di TOREORE CHECKEN & JOY Terminal 2F, dikeluarkanlah senjata dalam ransel gendong sambil minta izin menggunakan listrik biar battery tidak drop. Waiter yang ramah dengan senyum yang manis terkulum dengan senang hati menunjukkan bahkan membantu mengulur kabel battery. Wah, baru kali ini saya dilayani seperti Raja di sebuah restaurant cepat saji. Sebuah nilai lebih dari sekedar menyajikan ganjal perut dan membasuh tenggorokan yang kering. Begitu laptop dinyalakan, dan modem internet pun di pasang, sang waiter menyapa sambil terheran ” Kok masih pake modem sendiri pak, kan disini udah FREE WiFi dan bapak bisa internetan sepuasnya” kata sang waiter yang ramah dan manis itu. ” Speed nya lumayan kok pakrata-rata  54 Kbps ” tambahnya lagi. ” lho, sering internetan ya ? ” tanya saya. ” Iya pak, saya sering bantuin setting passworld sampai betul-betul bisa tersambung, jadi saya tahu speed nya, soalnya beberapa tamu kadang minta tolong dikoneksikan ” dengan nada yakin membantu memasukan password yang katanya setiap hari diganti oleh manager agar tidak dimanpaatkan oleh orang-orang yang bukan tamu disisni.

Internet pun tersambung, sang waiter pamitan mau mengantarkan makanan yang sudah saya pesan. Wah, nilai tambah lagi buat seorang pelanggan. Makanan diantarkan sampai ke meja dan saya bisa asik membuka e-mail yang masuk.

Saya baru menyadari, ternyata di airport sekelas internasional yang sibuk di Jakarta ini pihak pengelolanya belum bisa menyediakan fasilitas internet gratis buat para penumpang yang datang maupun berangkat. Sungguh seribu langkah tertinggal oleh bandara internasional di negeri tetangga seperti Changi, Kualalumpur dan Hongkong yang dengan mudahnya menemukan fasilitas internet cuma-cuma. Pikir-pikir, seberapa mahalnya sih jaringan wireless untuk internet gatis. Padahal, setiap penumpang yang berangkat dikenakan Rp. 150,000 per orang untuk penerbangan internasional dan Rp. 40,000 per orang untuk keberangkatan dalam negeri. Ribuan orang berangkat dari bandara Sukarno-hatta. Terbayang begitu besar pemasukan bandara ini mulai dari setiap centi meter yang di komersilkan seperti gerai makanan, taxi, parkir pesawat, parkir mobil, dan masih banyak pendapatan PT. Angkasa Pura ( Persero ) ini. Tetapi kok fasilitas semurah ini masih belum bisa diakses secara cuma-cuma dari pihak pengelola bandara ? Bila dibandingkan dengan TOREORE yang hanya menempati sejengkal bandara yang pengunjungnya tidak memenuhi sekitar 100 kursi saja bisa.

Sungguhkah kalau pengelola bandara ini tidak menyadari akan hakikinya sebuah pelayanan ? atau memang para pimpinannya tidak melek teknologi. ah, mungkin tidak peduli meskipun mereka sering bolak-balik singgah di Changi dan nyata-nyata fasilitas Free WiFi sekarang ini sama pentingnya  dengan menyediakan toilet yang selalu bersih dan wangi.

Ya sudah lah, beruntung ada TOREORE yang menyadari bahwa bisnis dibandara memang harus cerdas menangkap apa yang diinginkan para pengunjungnya. lain kali sya jadi merasa yakin, bila ke airport tidak akan repot-repot mencari warnet untuk membuka e-mail. Cukup membeli secangkir teh hangat senilai Rp. 6,500 sudah bisa berinternet sepuasnya.