Posts Tagged ‘tanjung karang’

LAMPUNG ; Petualangan Dimulai dari Sini ( bagian 1 )

Sunday, January 10th, 2010

Pagi  itu, Kamis  16 Desember  saya, Lilis, Robert, Johan dan Yurike sudah berkumpul di bandara Soekarno-Hatta sudah berkumpul jam 6:45 untuk terbang ke Lampung dengan pesawat Batavia Air keberangkatan jam 08:00. Hanya Budiman yang tidak menampakkan batang hitungnya karena kelelahan setelah sehari sebelumnya kerja lembur di lapangan. Sebenarnya saya sendiri belum mengenal mereka sebelumnya kecuali Lilis, namun suasana segera cair setelah diperkenalkan Lilis.  Mungkin karena merasa satu tujuan kunjungan Familiarization Trip yang diadakan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung untuk memperkenalkan kekayaan wisata di sana.

 

Pesawat Batavia  Air Boeing 737-300 yang terisi penuh penumpang take off dengan mulus tenang dalam  keadaan cuaca pagi yang sangat cerah. Benar-benar menjadi 30 menit penerbangan yang menyenangkan. Lilis yang sangat perhatian pada kami semua , Johan yang selalu mengundang obrolan apa saja, sementara Robert lebih menjadi pendengar yang baik sambil senyum-senyum setiap obrolan canda saya, Lilis dan Johan. Justru Yurike juga menjadi objek tertawaan kami karena ia baru mengerti apa yang kami candakan setelah kami tertawa terbahak-bahak sekian lama. “ Lola – loading lama “ kata Lilis.

 

Tiba di bandara Branti tepat waktu, kami sudah disambut oleh teman- teman dari Suku Dinas Pariwisata Provinsi Lampung dan beberapa insan  industri pariwisata seperti mbak Tina dari Hotel Novotel Lampung yang dengan semangat memperkenalkan hotel tersebut  yang masih tahap kontruksi dan baru akan memulai soft opening bulan Maret 2010. Iapun dengan bangganya, bahwa Novotel akan menjadi salah satu hotel terbaik di Telubetung, kota Lampung. Hotel ini memang nantinya akan sangat menarik, karena selain dibangun megah tinggi, juga menempati salah satu bukit yang memiliki panorama ke teluk Lampung yang menawan. Teman seperjalanan kami ternyata masih banyak yang tidak kami sadari teerbang satu pesawat antara lain dari TV swasta, majalah pariwisata, fotographer dan dari national Geografic  yang membawa crew dan kendaraan  4×4 WD Land Rover yang sangat cocok untuk menembus medan sesulit apapun, lengkap dengan segala perlengkapan kamera dan perlengkapan tenda.

 

Yaman aziz, tour guide Fam Trip yang suka mengenakan busana batik ini, mengatakan, Kota Bandar Lampung  yang merupakan ibu kota provisi berpenduduk sekitar 800,000 penduduk menempati seluas 118 km persegi. Lanscape kota itu sendiri terdiri dari daratan pantai dan perbukitan mulai dari Tanjung Karang, Teluk Betung, Panjang  dan sekarang memanjang ke kawasan baru bernama Kedaton.

 

 Keluar kota Bandar Lampung baru mulai terasa satu petualangan yang berbeda. Jalan yang tidak terlalu lebar menyusuri bukit-bukit dengan panorama perkampungan, perkebunan cacao, ladang pertanian, sawah, tambak udang  dan laut teluk Lampung yang biru nun jauh disana.  Jalan yang menurun tak terasa menghantarkan bus wisata yang kami naiki bersama mengantarkan ke bibir pantai Klara yang berpasir putih dan riak ombak laut yang tenang. Terasa rayuan kilau cahaya yang menerpa air laut merayu kami untuk bermanja-manja dan berenang disini. Sayang sekali, rehat kali ini hanya untuk menikmati makan siang nasi Padang yang disediakan panitia dalam kotak kardus

 

Semakin lama, memang keadaan jalan tidak semulus seperti sebelumnya. Sangat disayangkan, satu garis kawasan pantai yang landai dan panjang masih belum terekploitasi dengan maksimum. Ratusan pohon kelapa berjajar indah sepanjang pantai memberikan kesejukan tersendiri. Inilah salah satu alasan kenapa pantai ini diberi nama pantan “ Klara” yang diambil dari singkatan “ Kelapa rapat “ atau pohon kelapa yang tumbuh sepanjang pantai begitu banyak bahkan   masing-masing ujung daun kelapa saling

bersentuhan dengan daun kelapa lainnya memayungi bantaran pantai. Di pantai ini lah saya sempat berkenalan dengan Pak Dar, salah satu tour operator local yang memperkenalkan salah satu wisata pulau Pahawang yang berada persis di hadapan pantai Klara. Menurut pak Dar yang ramah dan santun itu hanya baru dapat menginformasikan bahwa pulau yang samar-samar di hadapan pantai Klara sangat menyimpan banyak pesona. Untuk pecinta snorkeling dan diving, disini banyak terumbu karang yang indah dan tidak terlalu dalam dan terlindung dari arus air karena berada di selat antara pulau Pahawang dan daratan utama Sumatra. Untuk pecinta wisata ekologi, disini masih terselamatkan hutan bakau yang sangat luas yang menjadi sarang berbagai jenis burung pantai bercengkrama. Meskipun belum banyak wisatawan yang mengunjungi pulau Pahawang, tapi disana setidaknya sudah tersedia 5 bungalow yang siap menampung wisatawan sampai 30 sampai 40 orang sekaligus. Bahkan, bila jumlahnya lebih banyak, penduduk dipulau ini yang hamper sebagian sebagai nelayan siap menampung wisatawan sebagai tamu keluarga. Sebuah pengalaman tersendiri berwisata tinggal di rumah nelayan. ( bersambung )